Still in Bad Mood

Ada SESEORANG yang sangat menyebalkan di kelas Rin. Ugh~melihat mukanya aja udah sebel. Sok nggak ketulungan! Tapi nggak mau jadi pengurus kelas!--btw, rin jadi bendahara...XD--
Itu salah satu perusak mood.
Ada juga PLAGIATISME. Oh my... Hina banget sih lo? Emang sih, beda dengan kopiket. Dan kopiket itu masih lebih baik. Tapi plagiatisme? Ngerasa bersalah nggak sih lo ngambil pemikiran original orang? Kenapa sih nggak coba jadi diri sendiri?
Kemudian, masalah kantin. KAMI-SAMA!! Bisa miskin deh, sekolah disana. Makanannya MENGGUGAH NAFSU banget. Jadi bawaannya pengen makan. Tapi pernah sekali, jajan satu bungkus snack dan harganya 2ribu.o.O
MALES BANGET GUE JAJAN SNACK DISITU! Mending lari ke pojokan, ada mi ayam. Wkwkwk...
Tapi akhir2 ini sibuk banget! Sampai nggak sempat nonton anime...T.T
YOSH! GANBATTE! GANBATTE!

Happy Crazy Family(6)

Sumpah, ngantuk…
Chapter ini nggak usah pake keterangan BGM ya, un???

Happy-Crazy Family
by Niku.Is.Cold.BlackRed.Vaizard(Niku ganti nama pena, un^^)
Rating : M
Disclamer : Personil HSJ itu punya Kami-sama, un. cherry’s juga punya Kami-sama, un. Yumichika Ayagesawa punya KuboTite, un.
Pairing : YamaChii, un..
Genre : Humor/Family, un
Warning : Lemon, MPERG, AU, OOC, un…
HSJ member : 16 tahun
Cherry’s: 15 tahun

Happy read minna-san, un!!

xoxoxox

“ Emang Chinen mau??” kata Daiki. Semua langsung berfikir pake otak mereka masing-masing.
“ Ah! Gue punya ide!!” Jiya jingkrak-jingkrak GJ.
“ Apa???”
Jiya senyum-senyum GJ sambil memandang Keito penuh napsu…

xoxoxo

“ Tadaima!!!” teriak Ryoko dan Yama.
“ Okaeri…” balas Chii sengan muka masam.
“ TADAIMA!!!!” teriak anak-anak BEST sambil nyeret-nyeret koper yang ukurannya segede gentong. Apalagi Yabu yang bawa-bawa bantal pink motif polkadot, pake renda lagi. Daiki mah, ampe bawa selusin boneka sapi betina. Inoo berpose ala London pas sampai di sekolah-di-kapal-gitu. Takaki ngesot sambil nyeret kopernya yang beratnya 10 kali berat author. Hikka loncat-loncat kegirangan kayak anak SD mau study tour.
Chinen syok.
“ TADAIMA!!!” teriak Rin, Rui, Jiya dan Yuria sambil nenteng-nenteng koper dan berpose ala liburan ke Hawaii. Yuria sampai pakai topi pantai, Jiya pake baju renang, Rin siap dengan pelampung, Rui dengan seragam menyelam(?)
Chii kejang-kejang.
“ TADAIMA!!!!!!!” Teriak Yuto dan Ryu yang cuman bawa tas ransel yang isinya 2 stel baju dan 2 underwear. Solanya, barang-barang mereka berdua udah dianterin pake pos kilat tercatat kerumah Ryoko dan Yama.
Chinen keguguran.(nggak, bercanda)
“ Ah!!! Kenapa mereka ada disini???” Chinen frustasi.
“ Loh, kan udah dibilang, Cherry’s dan HSJ bakal tinggal disini ampe lo melahirkan…” kata Rin.
“ Astaga! Jadi serius???”
“ Dua rius malah! Udah, ah! Yama, kamar cewek satu orang satu, kan?” Tanya Yuria sambil nyodorin tangan dan masang tampang kunci-kamar-gue-mana-?
“ Ok, cherry’s kamarnya dipojok lantai dua. Anak 7 kamarnya di ujung lorong situ,” kata Yama sambil nunjuk 5 kamar di lantai dua(4 kamar kosong, 1 kamar Ryoko), dan lorong disamping ruang tamu.
“ BEST???” kata anak BEST dengan mupeng.
“ BEST tidur diruang tamu,” kata Yama.
“ WHUUUUAAAAD????”
“ Nggak. 3 anak BEST dilantai 2 deket tangga. 2 anak BEST lain disamping ruang makan,” kata Yama. Susah, ya! Rumah Ryoko dan Yama kan gede banget ampe bisa buat kost-kost-an 15 orang.
“ Masing-masing anak kamarnya satu, cherry’s ikut gue!” kata Ryoko. Rui, Rin, Jiya dan Yuria ngekor. Anak BEST berpandangan.
“ Gue yang tidur dilantai dua!!!” mereka berlima ribut sendiri.
“ Hargai yang tua!!!” kata Yabu
“ Hargai sapi!!! Harga sapi sekarang mahal!!!” kata Daiki.
Akhirnya, setelah melakukan berbagai kecurangan, kelicikan, dsb, dkk, dll, dst, etc, Yabu, Daiki dan Inoo-lah yang mendapat singgasana dilantai dua. Sementara, Hikka dan Takaki harus rela tidur di dua kamar disamping ruang makan yang katanya… angker.
“ Eh, Keito mana??” Tanya Chii.
“ Katanya dia nggak bisa datang sekarang, lagi ada urusan. Tapi barang-barangnya udah dianterin kesini, kok.” Kata Yuto.
“ Wokeh, mari kita lihat kamar kita seperti apa!!!” kata Ryu semangat.
“ Oke, sebaiknya gue kekamar juga, “ kata Chii. Tapi tangannya ditahan oleh Yama.
“ Lo. Tidur. Bareng. Gue. Di. Kamar. Gue.” Kata Yama. Chinen blushing en cengo.
“ Cie… Serasa pengantin baru nih…” goda Ryu dan Yuto yang langsung ngacir sebelum diinjak sama Chinen.
“ Uh… Gue nggak suka digodain terus sama mereka!” Chinen manyun.
“ Sudahlah, lebih baik lo kekamar gue aja, beresin tuh barang-barang lo!” kata Yama.
“ Lo yang ngangkat…” kata Chinen sambil memasang puppy eyes.
“ Eh??”

xoxoxo

Lantai dua…
Kamar Rin…
“ Rin!!!!” pintu kamar Rin digedor-gedor oleh 4 mahluk spesies manusia jaman batu karang-dibanting-.
“ Un!!!” Rin membuka pintu kamarnya. Terlihatlah Rui, Ryoko, Jiya dan Yuria yang menyodorkan 4 catatan sambil ber puppy-eyes ria.
“ Rin!!! Anak BEST minta dibikinin pecel lele!!!” kata Rui.
“ Anak 7 minta dibikinin urap!!!” tambah Ryoko.
“ Cherry’s mau makan ayam panggang!!!” tambah Yuria.
“ Gue baca dibuku, ini resep makan malam paling cocok untuk orang yang baru hamil 1 bulan,” tambah Jiya.
“ So??” Tanya Rin bego.
“ CARA BIKINNYA GIMANA???”
“ Bikin aja sesuai petunjuk yang ada!”
“ Ntar kulit gue yang mulus jadi kotor kalo bersentuhan dengar dapur kotor! Dapur dirumah gue kan bersih, nggak kayak dapur disini!” kata Yuria.
“ Kalo ntar kena minyak panas gimana?? Ryoko nggak imut lagi ntar!!! Ryoko kan nggak pernah masak gorengan!!” timpal Ryoko.
“ Kita berdua sih hanya karena factor malas…” kata Rui dan Jiya.
“ Denger ya, teman-temanku tersayang… Masakan yang lo-lo sebutin tadi itu gue nggak pernah bikin! Jadi gue nggak tahu cara bikinnya gimana! Mending kita masak yang biasa aja, sop ayam kek, nasi goreng kek, ato apalah!” usul Rin.
“ Hm… Iya juga, seh…” kata Ryoko.
“ Yasud, kita bikin nasgor aja…” kata Jiya.
“ Boleh, tuh! Jeroannya yang banyak, ya? Ryoko, jeroan ada kan??” kata Rui dengan semangat ‘25. Ryoko ngangguk.

xoxoxo

Dan, disaat yang lain pada sibuk ngurusin barang-barang, cherry’s masak dengan nistanya…
“ Nasgor… nasgor… Nasi goreng itu sebenarnya campurannya sesuai selera… Eh, Ryoko! Dirumah ini ada apa aja??” Tanya Rin. Ryoko lalu memeriksa isi kulkas.
“ Hm… Jeroan, keju, telur, ayam, kol, sawi, tomat, timun, mi, sosis…” kata Ryoko sambil memeriksa isi kulkas.
“ Ok, keluarkan semua! Kita masak nasi goreng ala cherry’s!!!’ kata Rin sambil ngedip lebay.
“ WTF???!!”
Akhirnya, semua saling bahu-membahu bikin nasi goreng nggak jelas itu. Rin tukang masak nasi ala masakan cina(habis, apinya gede banget XP), Yuria tukang motong sayur, Rui bikin minuman dan pencuci mulut, Jiya motong ayam dan jeroan, Ryoko bagian tata menata segala macam.
30 menit kemudian…
“ Yosh! Nasi Goreng ala Cherry’s siap dihidangkan!!!” Yuria teriak bangga. Mereka berlima lalu membawa nasi goreng itu ke ruang makan.
“ Nah, sekarang tinggal panggil cowok-cowok!” kata Jiya.
“ Kayaknya nggak usah…” kata Rui sweatdrop sambil nunjuk anak HSJ yang ngesot, ilernya netes-netes, plus masang tampang kayak kingkong nggak makan 4 tahun.
“ La…per…”
“ Hiiiy!!!!!!!” Yuria dan Ryoko pelukan saking ngerinya sama mereka.
“ Astaga… Mau makan aja sampai segitunya…” kata Jiya.
“ Anak manis, tangkap!!!” Rin melemparkan jeroan-jeroan itu, lalu anak HSJ(lupa, minus Chii sebenarnya XP) menangkap jeroan-jeroan itu ala anjing laut sirkus.
“ Rin!!!!!!!!! Jeroan gue!!!!!!!!!!!!!!” Rui nangis-nangis ngelihat jeroannya yang udah ludes.
“ Aduh… Apaan sih ribut ribut???” kata Chinen yang dating tiba-tiba. Cherry’s nunjuk para mahluk nista itu.
“ Makan aja lebay,” kata Chii yang langsung ngambil tempat duduk. Sementara, Cherry’s nyeret cowok-cowok GJ itu ke meja makan.
“ ITADAKIMA~~~~~~~~~~~~~~~SU!!!!”
“ Hm.. Nggak buruk. Enak…” komen Yabu. Jiya langsung terbang ke Seireitei.
“ Oishi!!!!!” koor Ryu dan Keito.
“ Nggak kalah dari nasi goreng di pinggir jalan,” kata Daiki.
“ Ryoko, tumben lo masak bener,” kata Yama.
“ Cherry’s hebat, ini nasi goreng paling enak yang pernah gue makan!!!” kata Inoo lebay. Semua mengiyakan. Cherry’s langsung blushing.

xoxoxo

Setelah acara makan selesai, beres-beres selesai, mereka semua berkumpul di ruang tamu untuk sekedar ngobrol-ngobrol seperti 7, meni-pedi seperti BEST, atau nonton film seperti Cherry’s. Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam…
“ Hoahem… Oyasumi…” kata Cherry’s sambil berjalan menuju kamar masing-masing.

Semua langsung ambruk di kasur masing-masing…
Mari kita intip mereka…

Kamar YamaChii.

“ Yama… Hadap sana…” kata Chii sambil menyembunyikan blushingnya. Ia amsih takut-takut untuk tidur disebelah Yama.
“ Apaan, sih. Orang sama-sama cowok juga!” kata Yama sambil tertawa. Chinen langsung melempar bantal kemuka Yama.

Kamar Takaki.

“ Huh… Tidur disini enak juga, sunyi…” kata Takaki sambil bersiap untuk tidur. Tiba-tiba, pintu kamarnya diketok.
Tok! tok! tok!
Takaki merasa horror, namun ia memberanikan diri untuk melihatnya.
“ Hikka???”
“ Takaki… Gue tidur sama elo, ya?? Gue… Gue… Gue ngelihat ada cewek pake baju putih, rambut panjang lagi duduk membelakangi gue sambil nyisir rambutnya… Itu… hantu… Makanya, gue kesini aja, ya???’ kata Hikka jujur. Takaki gemetaran.
“ Kamar lo persis disebelah kamar gue, kan???” kata Takaki. Mereka berdua berpandangan,
“ Hiiy!!” mereka berdua langsung masuk kedalam selimut.

Kamar Rin.

Rin masih asyik baca majalah.
Tok! Tok! Tok!
“ Yah, buka aja. Nggak dikunci,” kata Rin dengan nada malas.
“ Nee-chan…”
“ Doushite, Ryu??” kata Rin tanpa ada nada peduli.
“ Nggak bisa tidur…”
“ So…??”
“ Ryu tidur disini, ya???”
Buak! Satu bantal melayang dimuka Ryu.
“ Enak aja! Eh, malu dong! Udah gede juga! Tidur sana dikamar yang lain! sama Yuto, kek!”
“ Hue!!!!!!! Rin-nee kejam!!!!!!!!!” Ryu nangis-nangis GJ. Rin sweatdrop

Kamar Yabu.

Yabu masih baca komik, tiba-tiba pintu kamarnya dibanting secara kasar.
“ Yabu!!!”
“ Nani??”
“ Gue… Gue… Gue dapat nightmare…” kata Jiya,
“ Baru jam segini lo udah dapat mimpi??” kata Yabu sweatdrop.
“ Yabu… Gue…” Jiya tampak blushing.
“ Udah, deh. Gue tau maksud lo. Sini, tidur bareng gue…” kata Yabu sambil tersenyum boyish. Jiya langsung lompat ke kasur Yabu.
“ Oyasumi, Yabu…”
“ Oyasumi…”

Kamar Daiki.

Daiki malam ini nggak bisa tidur. Akhirnya, dia mengajak Inoo untuk main kartu remi dikamarnya.
“ Uy, Daiki! Kita main kartu apa??” Tanya Inoo yang juga nggak bisa tidur.
“ Gimana kalo kita main cangkul aja??” usul Daiki.
“ Main cangkul nggak seru kalo cuman berdua! Udah, main monopoli aja!” kata Ino.
“ Bentar, ya. Gue ambil peralatan main monopoli,” kata Daiki. Ia lalu membongkar isi laci besar dikamarnya. Dia membuka laci paling atas yang ada tulisan ceker ayam berbunyi : Daiki’s Toy
Daiki mengobrak-abrik tapi tidak menemukan monopolinya. Inoo sweatdrop melihat Daiki yang bawa mainan kayak mau jualan mainan dipasar. Banyak banget! Bahkan beberapa diantaranya masih disegel.
“ Daiki, cepetan!!!” kata Inoo nggak sabar.
30 menit kemudian…
“ Ini, neh! Inoo, kita maen ini a…ja..” Daiki cengo ngelihat Inoo udah tidur sambil ngiler.

xoxoxo

Paginya…

Yama berjalan mengendap-ngendap keluar kamar, takut-takut Chinen bangun.
“ Yama, mau kemana subuh-subuh gini??” kata Chinen setengah sadar sambil mengucek-ngucek matanya. Yama sweatdrop.
“ A…no… Mau ke toilet…” kata Yama.
“ Oh…” Chinen kembali tidur. Yama menghela nafas lega.

xoxoxo

“ Lama banget lo! “ kata Yabu sambil memandang Yama dengan tatapan bikin-orang-nunggu-aja
“ Sori, gue berusaha secepat mungkin, kok!”
“ Udah, to the point aja! Keito gimana persiapannya???” Tanya Ryoko sambil meminum susu coklat panasnya.
“ Ryu, telepon sono!” suruh Rin.
~Beberapa menit kemudian~
“ Keito bilang dia sudah siap buat sore ini,” kata Ryu.
“ Masalahnya, dia minta imbalan tuh! Gue males banget ngeluarin duit buat dia!” kata Yuria.
“ Gue juga males banget! Berapa dia minta?? 130.000 ribu??? Berarti satu orang bayar sepuluh ribu, dong?? Ih… Males banget! Cepe aja gue odah!” kata Rin.
“ Tapi, Keito bilang kemarin kalo bukan duit, dia minta dibeliin salah satu koleksi Madam Yumichika yang punya Butik diseberang café tongkrongan kita,” kata Takaki.
“ Ih… Butik yang bajunya nggak kurang dari 800.000 itu??? Beli di pasar bawah aja selembar 8.000!” kata Rui.
“ Kurang malah! Kalo gue beli sama langganan gue di pasar bawah, 5.000 aja dapat!” tambah Ryoko.
‘ Cherry’s itu benar-benar pelit, ya???’ batin yang lain.
“ Udah, nggak usah pikirin imbalan untuk Keito! Mending kita siap-siap sekolah aja!” kata Daiki.

xoxoxo

-timeskip-

Sore hari, saat Cherry’s dan HSJ pulang sekolah…
“ TADAIMA!!!!!!!!!!!!!!!!”
“ SEKALIAN AJA PAKE TOAK!!!!” protes Chinen yang lagi maja ensiklopedi diruang tamu.
“ Chinen marah, ya???” Tanya Ryoko dengan tampang innocent. Chinen tersenyum.
“ Nggak kok, Chinen nggak marah…” kata Chinen sambil merobek ensiklopedi setebal 1234 lembar itu. Still, dengan senyuman manis nan innocent-nya. Semua yang melihat langsung menjauh, serem ngelihat Chinen.

“ Ehem, Chii… kita punya kejutan buat lo!!!” kata Yama. Lalu, keluarlah seorang pria berjas dari balik pintu. Ia mengenakan jas warna merah dan kemeja warna putih. Plus janggut panjang putihnya.
“ Hohoho… apa kabar Yuuri Chinen???” sapanya.
“ Yama, bukannya natal sudah lewat???” Chinen sweatdrop.
“ Eh?? Ini bukan sinterklas, ini guru privat yang khusus kita cari buat elo!!!” kata Daiki.
“ Hah?? Guru privat???” Chinen bingung.

xoxoxo

Chinen dan guru privat anehnya itu sedang belajar di ruang keluarga…
“ Coba jawab soal nomor 12, Chinen. Hohoho,”
“ Hm… jawabannya c, ya??”
“ Benar, hohoho…”
Chinen sweatdrop.
‘ Ni orang aneh banget, sih???’ batin Chii.
xoxoxo
“ Nah, kita lanjutkan besok algi ya, Chinen. hohoho!!!”
“ Iya, ah!!!” Chinen mendorong guru privatnya keluar dan sesegera mungkin mengunci pintu.
Saat Chinen berbalik, Cherry’s udah berada didepannya.
“ Gimana gurunya??” Tanya Jiya.
“ Lumayan lah…” jawab Chinen bohong.
“ Cuman lumayan???” kata Rui.
“ Gurunya enak nggak ngajarnya???” Tanya Yuria.
“ Lumayan. Dia ketawa terus, jadinya gue nggak ngerasa monoton…”
“ Kalo ngomong sama orang, tatap matanya dong!!!” kata Rin.
“ Udah, ah! Gue laper, makan yok!” ajak Ryoko.

xoxoxo

“ ITADAKI~~~~~~~”
TOK! TOK! TOK!
“ Siapa, seh?? Orang mau makan juga!” kata Inoo.
“ Ryu, lihat gih! Sekalian, ambilin hape gue yang di-ces(bahasanya nggak keren banget, seh??) di samping TV,” kata Rin.
“ Lo kate gue pembantu lo!!!” protes Ryu.
‘” Eh! Kurang asem lo! Gini-gini gue lebih tua 3 hari dari lo!!!”
“ Bangga???” koor Cherry’s.
“ Dikit…”

Akhirnya, Ryu membuka pintu depan, dan…
“ Eh, Keito! Kita tungguin dari tadi juga!”
“ Sori, yah! Gue baru bisa dateng. Kemarin gue sibuk banget, nyokap gue arisan dirumah kemarin.
“ Udah, ah! Gue laper banget! Kita langsung aja ke ruang makan! Cherry’s bikin hotplate tuh!” kata Ryu sambil ngusap ilernya.

“ Yosh! Minna, gomen telat datang!!!” kata Keito berlagak ala superstar mendatangi fans-nya.
“ Ih… Kenapa lo mesti datang???” koor Yama dan Rui.
“ Bikin sesak rumah ini aja!!!” koor Yabu dan Hikka.
“ Hiks… Jadi lo semua nggak mengharapkan kedatangan gue???” Keito nangis lebay. Semua sweatdrop.
“ Nggak gitu juga, kale! Udah, ah! Makan yok!” kata Daiki.
“ ITADAKIMA~~~~~~~~~~~~~~SU!!!!!!!!!!!”

xoxoxo

“ Huh, Rui! Lo nggak punya selera banget seh ngedandanin Keito kayak sinterklas kesiangan gitu!” kata Yuria.
“ Habis, gue nggak tahu lagi musti ngedandfanin dia kayak gimana! Lagian, yang jago urusan kayak gini kan elo, Yuria! Kenapa nggak elo aja???”
“ Males banget gue…”
“ Udah, yang penting si Chinen tertipu dengan penyamaran Keito,” kata Jiya. Rin dan Ryoko membenarkan sambil main PS.

“ Cher~ry’s~~~~” terdengar suara-suara beraura evil. Saat Cherry’s menoleh,

“ Chinen???”

ToBeContinued


2309 words, minna!!! Puas nggak lo semua!!!???_lebay_
Cherry’s kenapa banyak main??? Karena emang Cherry’s main character habis YamaChii. Huahahaha-dibantai HSJ-

See you in next chapter!!!
Fujoshi Rock!!


xoxoxo
Niku.is.Cold.BlackRed.Vaizard a.k.a Sakurano Niku

Happy Crazy Family (chap. 3)

Haduh, un… Makin nggak jelas, nih…

Happy-Crazy Family
by Niku.Is.Cold.BlackRed.Vaizard(Niku ganti nama pena, un^^)
Rating : M
Disclamer : Personil HSJ itu punya Kami-sama, un. cherry’s juga punya Kami-sama, un. BLEACH punya Tite Kubo, un…
Pairing : YamaChii, pairing housemate GJ-nya YamaRyoko, RyuRin, DaiRui, InoYuria, HikkaJiya.
Genre : Humor/Family, un
Warning : Lemon, MPERG, AU, OOC, un…
HSJ member : 16 tahun
Cherry’s : 15 tahun

Happy read minna-san, un!!
(BGM saat menulis : Mayonaka no Door)
xoxoxo
“ Hikka, kenapa nggak ditaruh diruang rawat?” kata Chii.
“ Boros itu mah! Udah, kita amankan ketempat yang aman aja,” kata Hikka sambil menyeret kaki Ryoko menuju sebuah ruangan besar dan gelap bernama, RUANG MAYAT.

Chii ngekor Hikka yang menyeret Ryoko yang masih terkapar melet-melet ke ruang mayat. Terus, mereka berpapasan dengan seorang perawat.
“ Mbak, ruang mayat dimana, ya??” Tanya Hikka.
Perawat itu menunjuk sebuah ruangan diujung lorong.
“ Makasih, mbak…” kata Hikka. Chii sempat memperhatikan perawat itu.
‘ Kok ada yang janggal, ya??’ batin Chii.
xoxoxo
“ Hikka, kita taruh dimana? ranjang diruang mayat udah keisi semua…” kata Chii agak panic. Ia merasa merinding dengan sekelilingnya.
Otak bejat Hikka mulai menghasilkan ide bodoh nan kriminil.
“ Udah, kita tumpuk aja!!! Taruh Ryoko diatas salah satu mayat, terus ditutup pake kain!” kata Hikka.
“ Tega lo, Hikka!!!” kata Chii. Hikka membuka salah satu kain penutup. Ia sempat memperhatikan mayatnya.
“ Wesh! Chii! Cantik, loh! Kulitnya putih, matanya coklat, rambutnya hitam lurus sebahu,” kata Hikka sambil masang tampang pengen-memperkaos-mayat-perawan.
“ Kulit putih? mata coklat? rambut hitam sebahu?” Chii mikir. Ia lalu melihat mayat itu(haduh… sumpah! Gue nengok kanan-kiri depan-belakang pas nulis ini).
“ Ng… A…no… Hikka…” Chii gemetar ampe kencing dicelanana.
“ Nani??”
“ Itu mayat… Pe… Perawat yang kita lihat tadi, stupid-geblek-baka-dungu-bareh-hikka…” kata Chii sambil nangis-nangis.
“ Masa sih??” Tanya Hikka bego+lola. Ia lalu memperhatikannya, dan…
“ Ah!!!!!!!!! Setan!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Hikka berlari ketakutan trus disusul oleh Chii. Meninggalkan Ryoko yang tergeletak diatas mayat.
xoxoxo
-time skip-
(BGM saat menulis : Energy)
Singkat cerita, semua korban Ryoko udah kembali pulih. Kini mereka semua berkumpul di ruang rawat Inoo dan Yabu.
“ Semoga Yabu nggak kenapa-kenapa…” kata Jiya.
“ Gue sih rela-rela aja ama mereka…” kata Rin menusuk. Dia langsung kena jitak oleh Cherry’s yang lain kecuali Ryoko.
“ Eh, Ryoko kemana??” Tanya Rui.
Hikka dan Chii langsung salting.
“ Paling dia jalan-jalan…” kata Chii ngasal.
“ Jalan-jalan di rumah sakit, jam 9 malam??” Tanya Keito(halah, gue baru ingat belum masukin dia XP)
Semua memandang tajam kearah Hikka dan Chii.
“ Hikka, Chii,… Lo kemanain itu tulang chibi???” teriak Daiki.
“ eh! Jangan bawa-bawa kata chibi!!!!” protes Chii.
“ Jangan bawa-bawa kata tulang!!!” Rin mengeluarkan evil eyes.
“ Ok, ralat! Mana Ryoko???”
“ Ah… Gue nggak tau… Chinen anak baik, sikat gigi sebelum tidur, selalu ngerjain pr…” kata Chii sambil mengeluarkan puppy eyes no jutsu. Alhasil, semua meleleh melihatnya. Melupakan Ryoko yang tidur bareng setan-setan dan mayat…
xoxoxo
-time skip-
(BGM saat menulis : Daia no Hana)
Jam 10 malam…
Teras luar gedung ruang rawat…
“ Yama, kayaknya bener kata Ryoko… Kita mesti langsung periksa sama dokter soal ini…” Chii mengelus-ngelus perutnya.
“ Ya… Itu terserah lo. Bagaimana enaknya buat lo. Gue sebagai suami biologis, cuman bisa mendukung dan menjaga agar istri biologisku ini tidak stress. Kan nggak baik buat baby kita…” kata Yama sambil masang mumes dan mupeng…
“ No, Yama! No making love… Kalau lagi hamil kan nggak boleh,” Chii mendorong pelan tubuh Yama. Tapi tangannya ditahan oleh Yama. Seme ini menarik Chii sampai jatuh didadanya. Muka Chii langsung panas. Namun, mereka berdua menikmatinya…
“ Making love no, kissu yes…” kata Yama. Dalam hitungan detik, ia mengunci bibir Chinen sekali lagi. Memeluknya lebih erat, menjadikan Chii satu-satunya yang merasakan hangat ditengah angin malam yang menusuk tulang…
“ I love you, Yama…”
“ Me too…”
xoxoxo
-time skip-
(BGM saat menulis : Innocent Sorrow)
Ruang rawat Inoo dan Yabu…
“ Yabu, gimana keadaan lo??” Tanya Jiya.
“ Masih mual..” kata Yabu lemes.
“ Inoo, lo masak gimana sih???” Rui sewot sendiri.
“ Gue masak sesuai petunjuk dari si Yabu…” kata Inoo membela diri.
“ Udah… mending kita makan aja…” kata Ryu yang bawa 5 bakul isi makanan.
“ Yosh!!! You’re the best little brother, Ryu!!!!!” kata Rin girang ngelihat Ryu bawa makanan.
“ Kalo ada maunya aja, baik lo ama gue!” kata Ryu menusuk tepat di kepala Rin.
Semua sweatdrop
“ Nggak Rin, nggak Ryu… Sama aja anehnya…” kata Yuria sambil melihat-lihat makanan yang dibawa Ryu.
Lalu, mereka semua siap buat makan…
“ ITADAKIMASU!!!!!!!”
“ Eh, Ryoko mana? Kok sejak tadi malam dia menghilang?? Padahal gue bawain nasi goreng jengkol+jeroan buat dia…” kata Ryu.
“ Kalo emang lo mau itu buat Ryoko, siniin. Biar gue berkorban mewakili dia makan,” kata Rin yang langsung ditendang Cherry’s.
“ Dasar rakus! Tobat, bu… Sebelum pintu taubat tertutup bagimu…” kata Yuto sok alim.
“ Apaan sih??? Emang rakus itu perbuatan haram???” Rin sewot.
“ Iya!!!! Buat elo itu haram, karena lo makan lebih parah dari kingkong nggak makan 13 tahun!!! Lama-lama, lo bisa menguras habis stok makanan diseluruh dunia, tauk!!!!!!!!!” kata Chinen sambil marah-marah nggak jelas. Semua cengo melihat Chinen yang jadi GJ bgt…
“ Chinen?? Kok lo jadi moodswingy gaje kayak gitu???” Tanya Keito.
“ Apa??? Moodswingy??? Gue nggak moodswingy!!!!!! Siapa bilang gue moodswingy???” teriak Chinen dikuping Keito.
“ Itu benar-benar moodswingy……” batin semua.
xoxoxo
(BGM saat menulis : Suna no Oshiro)
-Ruang mayat- Jam 12 siang
+ALAM MIMPI RYOKO+
Ryoko berada disebuah padang rumput hijau luas. Angin berhembus sepoi-sepoi dan harinya cerah. Membuat Ryoko merasa tenang. Lalu, ia melihat sesosok pria melayang-layang menghampirinya. Kakinya tidak menapak, ada bulet-bulet diatas kepalanya, ada taring, pake kimono hitam en pake sayap, plus bawa-bawa senjata gede kea garpu ditangan kanan dan pedang ditangan kiri. Rambutnya dirol dan melambai-lambai GJ. Ryoko menggosok-gosok matanya dan memicingkan matanya agar tahu siapa mahluk nggak jelas itu…
“ Astaganagakakilimabuntutkudaberanakduakembarsiamsungsangprematur!!!!!!!! Engkong Byaku!!!!!!????????” Ryoko cengo melihat engkong-nya tiba-tiba muncul dihadapannya.
“ Hush! Apaan lo manggil gue engkong??? Gue kan masih sexy gini, masih layak produksi kok dibilang engkong???” kata Byakuya sambil berpose ala model gagal. Ryoko jawsdrop
“ Engkong, ini dimana???”
“ Ini di Hueco Mundou,”
“ Buset!!!!!! Berarti gue ada di Winter War???!!!!!! Engkong geblek!!!!!!! Ntar kalo Ryoko mati di Winter War, Cherry’s gimana????” Ryoko panic.
“ Tenang aja, Ryoko…” kata Byakuya sambil senyum-cool
“ Ah… Engkong mau bilang kalo Winter War udah selesai dan sekarang Hueco Mundou jadi tempat pariwisata shinigami???” Ryoko mulai tenang.
“ Nggak. Engkong mau bilang, kalo sekarang engkong lagi dikejar-kejar sama espada-espada…” kata Byakuya santai.
“ WAT DE PAK??????!!!!!! Engkong!!!!!!!!! Ryoko nggak mau mati sekarang!!!!!!!” Ryoko mewek dan frustasi.
+………………+
“ Engkong!!! Ah!!! Kenapa ada espada-espada tua, dan jelek disini?? Engkong!!!!! Yang paling tua nguber-nguber Ryoko!!!!!! Ah!!!!!” Ryoko ngigau dan terbangun dari tidurnya(posisi tidur Ryoko : berlutut dilantai, kepalanya diletakan di atas kasur, jempol kanannya dihisap, dan tangan kirinya megang tangan orang lain).
“ Ah… Cuman mimpi, toh… Ya iyalah cuman mimpi! Engkong Byaku kan udah mati…” kata Ryoko. Ia bangkit dari posisinya tadi dan memperhatikan sekelilingnya.
Siiiiiiiiiiiiiing...
“ E…to… Minna…”
Siiiiiiiiiiiing…
“ Hu… HUE!!!!!!!!!!!!!!!!! RUANG MAYAT!!!!!!!!!!!” Ryoko berlari-lari gaje. Saking paniknya, dia nggak sadar kalo dia cuman muter-muter di ruang mayat.
Brak! Ryoko menabrak salah-satu kasur mayat. Membuat mayatnya jatuh dengan posisi tangan si mayat memegang kaki Ryoko.
Crooooot. Keluar cairan kuning dari organ pengeluaran Ryoko.
“ Hue!!!!!! Cherry’s!!! Help!!!!!!!!! Rui!!!!!!! Yuria!!!!!!! Jiya!!!!!!!! Rin juga boleh!!!!” Ryoko nangis-nangis gaje. Bada akhirnya, ia berhasil keluar dari ruang mayat.
Diluar…
“ Hikka… Chinen… Gue tau lo berdua pelakunya… Gue akan menuntut balas…” kata Ryoko yang mirip banget sama arwah sundel bolong yang jadi arwah penasaran. Rambutnya acak-acakan, membuatnya makin mirip dengan setan. XP
xoxoxo
-time skip- Jam 4 sore
(BGM saat menulis : Realize)
“ Yabu, Inoo, semua, gue duluan ya. Gue mau ke suatu tempat…” kata Rin yang udah siap-siap mau pergi.
“ Kemana?? Gue kok nggak diajak??” kata Ryu.
“ Ngapain gue ngajakin elo? Gue mau ke restoran yang baru buka kemarin. Khuisus hari ini, kan GRATIS!!!” kata Rin dengan mata berbinar-binar.
“ Manusia rakus…” kata Keito.
“ Manusia pelit…” tambah Daiki.
“ Manusia kejam…” timpal Yama.(loh, kok keanya pernah denger kata-kata itu?)
“ Terserah lo mau ngomong apa! Gue duluan, ya!! Ja!!!!!!”
“ Ja!!! Jangan balik, ya!!!!!!” koor Yuria, Jiya dan Rui.
Setelah Rin pergi…
Chii dan Yama saling pandang-pandangan. Mereka lalu memantapkan hati(bahasanya…)
“ Oy, semua. Gue sama Chii mau bayar ongkos rawat dua mahluk ini dulu, ya??” kata Yama sambil nunjuk-nunjuk Yabu dan Inoo.
Belum sempat yang lain menjawab, Yama udah diseret paksa sama Chii…
xoxoxo
13 menit setelah dua orang itu pergi…
“ Huh… Sepi nggak ada Ryoko…” kata Yuria.
“ Iya, nggak ada bahan buat dianiaya…” Rui membenarkan.
Tiba-tiba pintu dibanting secara kasar.
“ Wes, panjang umur lo! Baru diomongin udah muncul,” kata Jiya. Semua lega melihat Ryoko nggak tersesat, kecuali Hikka.
“ Hikka…” suara Ryoko terdengar serem. Ia langsung menarik kerah baju Hikka dan melemparnya dari jendela. Perlu diperhatikan, jendela ruang rawat Yabu dan Ino berada dilantai 6. Semua sweatdrops+ngeri.
“ Mana Chinen…” Tanya Ryoko yang masih kerasukan.
“ Ah… Tadi keluar bareng Yama. Katanya mau bayar biaya perawatan Yabu sama Ino…” kata Yuto gemeteran.
Ryoko langsung ngebut mencari Chinen.
“ Ya ampun, mending kita ikutin aja tu orang sebelum dia ngamuk kea waktu itu, “ kata Takaki.
“ Eh, Cherry’s gimana??” kata Jiya.
“ Cherry’s jagain tempat ini aja. Ino, Yabu, ikut??” kata Daiki.
“ Boleh,” kata Yabu.
“ Eh, mereka kan lagi sakit!!!” protes Rui.
“ Nggak apa-apa, kok. Ja!!!” kata Inoo.

Dan, para cowok-cowok mengejar Ryoko. Meninggalkan Jiya, Rui, dan Yuria…

TBC
E…to… Makin gaje, kan? Alurnya emang terasa kea dipercepat gitu. T.T

See you in next chapter!!!
Fujoshi Rock!!


xoxoxo
Niku.is.Cold.BlackRed.Vaizard a.k.a Sakurano Niku


Happy Crazy Family (chap. 2)

Un~~~ Makin gaje, un…=_=’

Happy-Crazy Family
by Niku.Is.Cold.BlackRed.Vaizard(Niku ganti nama pena, un^^)
Rating : M
Disclamer : Personil HSJ itu punya Kami-sama, un. cherry’s juga punya Kami-sama, un.
Genre : Humor/Family, un
Warning : Lemon, MPERG, AU, OOC, un…
HSJ member : 16 tahun
Cherry’s : 15 tahun

Happy read minna-san, un!!

xoxoxo
“ Yosh!!! Sis!!!” Yama dan Chii tiba-tiba muncul.
“ Ngapai lo disini??” Tanya Rin sambil memincingkan matanya dan masang tampang aneh.
“ Kita mau bicara sama lo en Rui,” kata Chinen.
“ Buat apa? Tenang, kita berdua nggak bakal bilang kalo lo itu ha…umph…” mulut Rui langsung disumpel sama burger oleh Yama.
“ Ah, Rui… Ini burger ikan julung-julung fave elo, enak kan??” Yama masang tampang dangerously innocent.
“ Selera yang aneh…” kata Yuria tepat mengenai jantung Rui.
“ Daripada si Rin???” kata Jiya.
“ Eh! Laron! Setidaknya, gue doyan makan yang normal dan elit, ya…”
“ Emang apaan???”
“ Kandas serai…” kata Rin polos(hohoho… emang bener, kok…^^)
GUBRAK!!!
“ Aduh… Makin banyak bacot aja lo berdua!!! Kita mau ngomong masalah yang lo berdua lihat kemarin siang dirumah Yama pas Ryoko nggak ada, bahwasanya gue lapor ama Yama kalo gue hamil gara-gara dia!!!” kata Chinen. Semua(cherry’s cowbow) langsung cengo. Untung cuman mereka yang denger.
“ Chinen bego… Lo itu bego, stupid, baka, atau goblok, seh???!!!” kata Yama sambil meratap.
“ Ah…??” Chinen lemot.
“ CHINEN????!!!!” teriak Yuria.
“ ELO HAM*ttiiit*???!!!” sambung Jiya.
“ DENGAN HOUSEMATE GUE???!!!” tambah Ryoko.
“ BERISIK!!!!!!!!!!!!” Rui langsung nendang tiga orang lebay itu ke Mars.
“ Dobe…” komen Rin pendek.
“ Yah, tapi lo berlima jangan ngomong-ngomong sama orang lain, ya??!!!” kata Chii malu-malu.
“ Tenang saja!!!!!” kata Ryoko sambil pasang tampang mesum.
“ Yuria anak baik…” kata Yuria sambil pasang tampang bagaikan bayi yang baru lahir padahal dari kepalanya ada tanduk nongol.
“ Kami bisa dipercaya…” kata Jiya sambil masang senyum innocent maksa.
“ Gue nggak jamin,” kata Rui.
“ Jangan berharap dari gue…” kata Rin.
“ Chii, tampang mereka nggak bisa dipercaya…” bisik Yama. Chii hanya menunduk frustasi.
“ Terima saja nasib…”


xoxoxo
Kediaman Rui dan Daiki…
“ Daiki!!! I’m home!!!!!” teriak Rui sampai kaca jendela rumah mereka pecah.
“ Nggak usah teriak!!!!!!! Gue denger!!!!!!!” teriak Daiki.
“ Daiki!!!!! Lo dimana???!!!!!!” Rui mencari-cari batang hidung Daiki a.k.a housemate-nya,
“ Gue dikamar!!!!!!”
“ Ngapain???!!!!!!!”
“ Tidur!!!!!!???”
“ tidur kok bisa denger??” gumam Rui sambil jawsdrop.
“ Benar-benar sapi, ya?? Rui??” kata Niku.
“ Iya, siapa sih authornya???” Rui sewot sendiri.
“ Gue!!!!!!!!” teriak Niku lebay-ditendang readers karena masuk seenaknya-

Rui lalu berjalan menuju kamar Daiki.
“ Daiki!!! Kalo lo nggak bangun, jangan harap gue masak makan malem untuk elo!!!!” Rui ngedor-ngedor pintu secara biadab.
“ Berisik, ah…” kata Daiki sambil keluar dari kamar. Hanya pake boxer polkadot pink, dan kaus U can C yang belum dicuci 3 minggu. Rambutnya acak-acakan dan ada sedikit iler dibawah bibirnya.
“ Wauw…” Rui cengo. Daiki langsung geer.
“ Kenapa?? Tampang gue yang begini keren, ya??” Daiki langsung berpose.
“ Hahaha…” Rui ketawa lemes.
“ Kenapa???”
“ Tampang lo bikin eneg…”
Giliran Daiki yang cengo.
“ Daiki!!!!!!!! 15 detik lagi lo belum turun kebawah, lo masak sendiri!!!!!!”
“ Oh, iya!!!!!! Wait me!!!!!!!” Daiki menuruni tangga secara lebay, kemudian tersandung dan…
Gubrak(bunyi jatuh)Glung(bunyi guling2)tuing(bunyi pantat mantul)gubrak(bunyi jatuh kelantai dengan pose nungging.
“ Sampai piano gue kegores dikit aja, lo musti beliin gue grand piano,” ancam Rui sambil nunjuk-nunjuk piano disamping tangga aka tempat Daiki jatuh.
=_=’
xoxoxo
Kediaman Ino dan Yuria…
“ Yuria!!!!!! I’m home!!!!!”
Kriiik…
“ Yuria, aa’ Pulang…”
Kriiiik…
“ Yuria….???”
Kriiik…
Ino bingung, kok rumah sunyi senyap gitu, lalu ia menuju dapur buat ngambil susu Daiki… eh! Susu sapi…
Terus, ada memo dipintu kulkas…
‘ Ino, gue malam ini nginap dirumah Rin bareng Rui, Jiya, Ryoko. Masak sendiri aja, gue udah siapin bahan-bahannya diatas meja samping kanan kulkas. Ok??!! Yuria’
Ino cengo. Pengalaman masak terbaiknya hanya mi instant, jadi ia tidak yakin bisa masak ala cewek. Ino lalu melihat bahan-bahan masak disamping kulkas.
1 ekor ikan nila, Saus tomat, Bawang merah, Bawang putih, Merica, Cabe merah besar, Garam

Ino cengo. Ia lalu melihat memo diatas meja.
‘ Masak Nila Asam-Manis. Sisain buat besok, gue mau makan itu^^’
Pintar, bahkan Yuria tidak menyertakan tahap-tahap pembuatannya.
Ino mau mulai memasak, tiba-tiba……
“ Ino!!!!” teriak seseorang dari depan pintu.
“ Oh, Yabu??? Oy, bantuin gue masak!!!!” kata Ino memelas. Yabu lalu membantunya, padahal pengalaman masak terbaiknya adalah, membekukan es batu.
“ pertama-tama, tuangkan saos tomat secukupnya kedalam mangkok,” kata Yabu sambil membaca buku resep. Dan Ino memasukkan satu botol isi 250g sampai habis.
“ Haluskan bawang merah, bawang putih dan merica, bersama garam,” kata Yabu lagi.
“ Dihaluskan??” Ino tampak bingung.
“ Hm… Mungkin permukaan kulitnya dihaluskan??” tebak Yabu ngasal.
“ Oh… Tunggu, gue ambil lulur Yuria dulu. Katanya, warisan dari tambinya itu bisa bikin kulit jadi mulus,” kata Ino.
“ Ide bagus, tuh. Ambil sana!” kata Yabu.
-Setelah proses ‘menghaluskan’ selesai-
“ Hm… Campurkan saus tomat dengan bahan bahan yang telah dihaluskan, lalu tambahkan air secukupnya,” lanjut Yabu
Ino langsung mencampurkannya dan memasukkan air satu teko.
“ Terakhir, masak ikan Nila bersama dengan bumbunya di wajan, goreng sampai matang,” kata Yabu.
“ Wajan??” Ino bego lagi.
“ Hm… Coba lo ambil semua benda-benda yang dipakai Yuria buat masak,” perintah Yabu.
Ino lalu mengambil wajan besar buat acara arisan, wajan ukuran sedang, wajan untuk bikin kue(yang banyak bolong-bolongnya), panci besar, panci kecil, ceret, wajan Teflon, dan apa-itu-namanya-buat-bakar-lauk-saya-lupa-namanya.
“ Hm… Menurut penerawangan Ki Jontor Yabu, gue mendeteksi yang namanya wajan itu……” Yabu menunjuk sebuah alat untuk memasak. Sungguh, saudara-saudara, pilihan luar biasa dari Yabu akan mengubah dunia masak-memasak, wajan versi Yabu itu benar-benar hebat, sebelum ditunjuk Yabu, alat ini bernama CERET.
Yah, tebak saja gimana masakan mereka berdua…
xoxoxo
Kediaman Rind an Ryu…
‘ NEVER ALONE SHAKE VIOLENTLY AGAIN komaku tobasu. NEVER ALONE SHAKE VIOLENTLY AGAIN ‘ terdengar bunyi HP Rin.
“ Un, Rin disini…”
“ Rin, ini Yuto. Eh, lo semua bisa datang kerumah sakit sekarang, nggak?”
“ Emang kenapa? Ayan lo kambuh??”
“ Sembarangan! Itu, Yabu sama Ino… Pas gue, Chii, Yama, Ryu, ama Hikka kerumah Ino ama Yuria, kita nemuin mereka berdua mulutnya udah berbuih-buih. Tapi buihnya harum gitu, wangi kemenyan…”
“ hah? Yabu en Ino mulutnya berbuih bau kemenyan?? Disantet kali…” kata Rin. Jiya en Rui(yang sejak kapan meninggalkan Daiki) telinganya langsung membesar begitu mendengar kata Yabu en Ino. Sedangkan, Ryoko merasa terpanggil dengan kata-kata kemenyan.
“ YUTO!!!!!!! YABU KENAPA???!!!!!!!” teriak Jiya dengan suara ultrasonic.
“ YUTO!!!!!!!!!!!!! APA MAKSUD LO NGOMONG KEMENYAN??????!!!!!!” tambah Ryoko.
“ YUTO!!!!!!!!!!!!! AADI??????!!!!!!!!!!!” teriak Rui.
“ AADI??” Tanya Yuto bego.
“ Ada Apa Dengan Ino??!!”
“ Hellow, ampe hape gue rusak gara-gara suara mengerikan kalian, gue minta ganti pake Nokia XPress Music ter-update!” ancam Rin yang udah panic gara-gara kaca hapenya retak.
Dipastikan diseberang sana, Yuto masuk UGD gara-gara gendang telinganya copot dari telinganya…

xoxoxo
“ Yosh! Ryu, Chii, Yama, Hikka, Takaki, DAIKI???” sapa anak-anak Cherry’s.
“ Kenapa lo semua???”
“ Kok ada sapi nyasar??” kata Rin en Jiya,
“ Kok lo bau burger depan sekolah??(burger depan sekolah pake daging sapi, thx)” tambah Ryoko dan Yuria.
“ Bukannya lo gue tugasin buat bersihin rumah??” kata Rui.
Semua swt.
“ Jadi selama ini, Daiki cuman diperbudak sama mahluk ini??” batin semua.
Ryoko tiba-tiba tersadar,
“ Chinen, mumpung dirumah sakit, kenapa lo nggak langsung *tiiit* aja??” kata Ryoko. Chii langsung blushing en salting.
“ Hah???” para cowok-cowok langsung masang tampak tidak mengerti(kecuali Yama, dan Rin, karena Rin gendernya masih menjadi misteri,)
“ Ah… Bukan apa-apa, Ryoko emanng sering kena sindrom ngomong nggak jelas,” kata Yama.
“ Oh… Makanya, lo melihara Ryoko yang bener dong, Yama! Kasih makan 2 kali sehari, mandiin pake shampoo 1 kali seminggu, dan ajak jalan-jalan tiap sore,” kata Takaki.
“ Lo kata gue anjing???” Ryoko langsung mukul kepala Takaki pake kepala Daiki.
“ Yama, kasih dia obat. Tolong, ya. Lo harus ngawasin dia, kalo perlu, lo pasung aja biar dia tenang,” kata Jiya. Yuria en Rui membenarkan.
“ Kurang, kenapa nggak sekalian dibawa ke kalawa atei??” kata Rin.
Dalam waktu 10 menit, UGD penuh oleh mahluk-mahluk tak berdosa (baca : Yama, Takaki, Daiki, Jiya, Rui, Yuria, Rin)
Sementara, Chii dan Ryu memanggil dokter ahli syaraf untuk membius total Ryoko sebelum membumihanguskan rumah sakit.
“ Ini, apa dibawa ke ruang rawat?” tawar dokternya.
“ Nggak usah, biar kami yang ngurus, dok” kata Hikka.
“ Oh, baiklah,” kata Dokter. Setelah dokter pergi…
“ Hikka, kenapa nggak ditaruh diruang rawat?” kata Chii.
“ Boros itu mah! Udah, kita amankan ketempat yang aman aja,” kata Hikka sambil menyeret kaki Ryoko menuju sebuah ruangan besar dan gelap bernama, RUANG MAYAT.

TBC
-berlari dikejar Cherry’s en HSJ- Ah! Minna, maaf atas ke lebay-annya!!! Gomen Daiki!!! Gomen Erika, Nisa, Kiki, Felin!!! Gomen anak HSJ lain!!! Ja, ne!!!! Chapter ini cuman selingan biar ketahuan siapa aja pemainnya!!!!!! Chapter depan back to YamaChii, ok???!!!-terkapar dibantai Cherry’s en HSJ-

See you in next chapter!!!
Fujoshi Rock!!


xoxoxo
Niku.is.Cold.BlackRed.Vaizard a.k.a Sakurano Niku

Happy Crazy Family

Happy-Crazy Family
by Niku.Is.Cold.BlackRed.Vaizard(Niku ganti nama pena, un^^)
Rating : M
Disclamer : Personil HSJ itu punya Kami-sama, un. cherry’s juga punya Kami-sama, un.
Pairing :
Genre : Humor/Family, un
Warning : Lemon, MPERG, AU, OOC, un…
HSJ member : 16 tahun
Cherry’s : 15 tahun

Happy read minna-san, un!!
xoxoxox

Kediaman Ryoko dan Yama yang aman-tenteram-damai…
“ Haduh… Rui mana, seh?? Janjinya mau bawain gue semur jengol sisa arisan dirumahnya, perut gue udah keroncongan, neh…” Yama memegangi perutnya yang dari tadi udah demo. Ada sedikit perasaan sebal karena Ryoko lagi jalan bareng Jiya. Setidaknya, Ryoko bisa memasak makanan dengan jenis-jenis yang lebih banyak daripada Yama yang cuman bisa manasin bakpau.
Tiba-tiba, pintu dibanting secara keras.
“ Loh, Chii??” Yama tampak bingung melihat Chii yang datang ngos-ngosan.
“ Hh… Hh…”
“ Chii?? Kenapa??” Yama menghampiri Chinen.
“ Kenapa?? Eh! Tanggung jawab nggak, lo!!!??” Chinen tiba-tiba aja ngancungin pisau dapur(yang entah dari mana asalnya itu).
“ Tanggung jawab apa?” Tanya Yama bego.
“ Gue… Gue kena MPREG!!!!!!!” teriak Chii. Mukanya langsung merah kayak kepiting rebus dikasih tomat dan disiram sambel.
“ MPREG??”
“ MALE PREGANCY, bego!!!!!! Lo tamat sekolah, nggak seh??” teriak Chii dikuping Yama.
“ Kita kan emang masih berstatus pelajar… Gimana seh lo???”
“ Ah… Bodo amat!!! Yang jelas, lo musti tanggung jawab, karena gue hamil!!!!!!!”
“ What?? Emang gue ngelakuin apa ampe lo hamil???” Yama mulai panic.
“ Ah… eto… Um… Ma… malam itu, kan… Eh… Masih ingat?? Se.. Seminggu yang lalu…” Chinen tambah blushing. Yama cengo.
“ Ah… Gue akuin, waktu itu.. Gue AGAK berlebihan…” Yama ikutan blushing.
“ Yah… Ini emang sulit, tapi…”
Yama langsung memeluk Chii dan mengecup lembut bibir Chii.
“ Gue nggak bakal ninggalin lo, dan…” Yama menepuk pelan perut Chii.
“ Jr…” lanjutnya sambil senyum nakal.

“ E… To… Sumimasen… Ah… Gomenasai… Itu… Ano… “ tampak dua orang berdiri cengo didepan pintu.
“ Ah… Karena gue pencet-pencet belnya, nggak ada yang nyahot, kita berdua langsung masuk trus…” orang kedua tampak lebih swt lagi.
“ Rui?? Rin??” Yama dan Chii panic.
“ Maaf mengganggu!!!!! Teruskan saja, anggap saja kami tidak pernah ada!!!” Rin langsung ngacir.
“ Semur jengkolnya gue taruh disini, ya??!! Ja!!!!!” Rui ikutan ngacir juga.

“ Ah… Bagaimana ini?? Mereka berdua sudah tahu…” Chii nangis frustasi. Mengingat Rui itu tipe orang yang ngomong (terlalu) terbuka, takutnya ia membeberkan kehamilan Chii dengan perasaan tanpa dosa, dan Rin… Uh… Ditraktir makan aja, mulutnya langsung…
“ Yah, apa boleh buat… Cepat atau lambat, mereka semua juga akan tahu. Jangan terlalu memikirkannya, mommy…” Yama tersenyum boyish. Chii langsung manyun.
.
.
.
Besoknya, di sekolah…
.
.
.
“ Ohayou, Chii!!!” sapa Yabu, Daiki en Hikka. saat mereka berpapasan di lorong sekolah.
“ Ohayou…” balas Chii.
“ Lo kenapa?” Tanya Yabu.
“ Apa kena 6L?” sambung Daiki.
“ Lemah, Letih, Lesu, Lunglai, Lelah, Lapar,??” Hikka ikutan nimbrung.
“ Yah… Mungkin cuman kecapekan…” kata Chii.
“ Kalau begitu, ke UKS aja dulu, minta sangobion,” usul Yabu.
“ Yah, thx atas sarannya. Gue ke UKS dulu, ya. Ja!!!”
“ Ja!!!”
.
.
UKS
.
.
Tok! Tok! Tok!
“ Ah… Ano… Sensei, boleh minta sangobion??-terlalu terang2an…-“ kata Chii.
“ Oh… Chinen, toh? Ntar, ya. Sensei ambil dulu,”
.
.
Setelah masalah anemia selesai…
.
.
Chinen bergegas menuju kelasnya, ia lalu berpapasan dengan Rui yang juga mau ke kelasnya.
“ Eh…? Ah… ohayou, Rui!!”
“ Ohayou, Chii…” jawab Rui cepat. Rui mempercepat langkahnya dan berpura-pura bersikap biasa-biasa saja padahal sudah jelas sekali, ia mengeluarkan tatapan aneh ke Chinen, membuat Chinen ingin sekali mengikat Rui di roket, terus diluncurkan ke galaksi lain.XP
“ Hh… Pusing gue!!!’ Chinen frustasi terus ngacak-ngacak rambutnya sampai nggak berbentuk lagi.
.
.
.
Jam istirahat
.
.
.
“ Chinen!!!’ Yama melambai-lambai dari kejauhan. Ia lalu mendatangi Chinen yang baru keluar dari toilet.
“ Oh, Yama. Ah… Ano… Kalau jam istirahat, anak-anak cherry’s cowbow nangkring dimana??” Tanya Chii. Yama langsung masang pose ala Holmes ketiban tangga.
“ Biasanya, dikantin utara…”
Author : Ah… begini, minna. Sekolah dalam cerita ini terlampau luas, jadinya kantinya ada 4, di timur, selatan, barat, dan utara. Thx
.
.
Kantin utara
.
.
“ Eh, gue curiga sama Yama, nih…” Ryoko masang tampang serius. Rind an Rui langsung salting.
“ Kenapa emang?” Tanya Yuria.
“ Itu…”
“ Hn???”
“ Tadi malam gue kekamarnya buat ngambil dvd yang dicolongnya…”
“ Terus…??” Jiya masang tampang freak.
“ Gue…”
“ Hn??”
“ Cium bau-bau jengkol…”
GUBRAK!!!
“ Ryoko geblek!!!!!! Lo nggak sadar Yama makan apa tadi malam??” Yuria ngomong sambil muncrat-muncrat.
“ Hm… Yama makan semur dari rantangan yang ada diatas tipi…” kata Ryoko.
“ Itu mah semur jengkol dari gue!! Ngapain lo curiga!!!??” kata Rui.
“ Oh… LO BAWA SEMUR JENGKOL CUMAN SEPORSI TERUS GAK BAGI-BAGI SAMA GUE???” Ryoko teriak-teriak. Semua mata memandangnya. Saat itu, pikiran Yuria, Rin, Jiya, Rui, sama. Pengen banget jorokin Ryoko dari puncak Everest.
“ Yosh!!! Sis!!!” Yama dan Chii tiba-tiba muncul.
“ Ngapai lo disini??” Tanya Rin sambil memincingkan matanya dan masang tampang aneh.
“ Kita mau bicara sama lo en Rui,” kata Chinen.

TBC
Un, gaje, un. Buat yang belum muncul dan yang baru muncul dikit, sabar ya!! Chapter depan dibanyakin, deh^^
See you in next chapter!!!
Fujoshi Rock!!


xoxoxo
Niku.is.Cold.BlackRed.Vaizard a.k.a Sakurano Niku
Search Form
Powered By FC2 BLOG

Let's start blogging!!

Powered by FC2BLOG